5 HK Waduk Sunter 8,50 BPL Sunter . 6. HK Waduk Pluit 13,44 BPL Pluit . 7. HK Kemayoran 4,60 DP3 Kemayoran . 8. KB Sukapura 65,16 Distanhut . 9. KB Kamal 3,69 Distanhut . B Jakarta Selatan . 1. HK Kampus UI 54,40 Univ. Indonesia . 2. HK KB Ragunan 10,00 KBR Ragunan . 3. HK Situ Babakan 5,00 DPU DKI Jakarta . 4. HK Situ Mangga Bolong 5,00 DPU Jakarta- Mulai hari ini, Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat mulai dialirkan air setelah molor selama 50 tahun. Waduk ini punya banyak manfaat terhadap sejumlah sektor ekonomi di Jawa Barat. Gubernur Jawa Brat, Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, manfaat waduk ini bukan hanya untuk Sumedang, tapi juga wilayah lain di Jawa Barat. Salahsatu manfaat plankton adalah untuk Fungsi fitoplankton adalah sebagai produsen, penyedia oksigen dalam perairan, indikator pencemaran dan lain-lain. (KJA) di waduk Ir. H. Djuanda. Jurnal Limnotek (2011) 18 (1):15-25. Kamali, D. I. 2014. Kelimpahan Fitoplankton pada Keramba Jaring Apung di Teluk Hurun, Lampung. Skripsi: Program JAKARTA Bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, normalisasi Waduk Pluit di Jakarta Utara adalah keharusan. "Perlu mengembalikan fungsi waduk agar dapat menampung air dalam jumlah besar sehingga air dari arah selatan (hulu) dapat ditampung di waduk. Jika terus-menerus mengandalkan Kanal Barat, Jakarta akan selalu terancam Fungsiwaduk yang pertama adalah untuk irigasi. Pada saat musim hujan, air hujan yang turun di daerah tangkapan air sebagian besar akan mengalir ke sungai-sungai, air itu dapat ditampung sehingga pada musim kemarau air yang tertampung tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk irigasi lahan pertanian. Pluitreservoir located at Jl. Raya Pluit Selatan, Penjaringan West Jakarta in area of 80 hectares and water depth ranges ± 2-6 meters. Kajian Kualitas Air Dan Keanekaragaman Jenis Fitoplankton DI Perairan Waduk Pluit Jakarta Barat. PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH, 2017. Melati Fachrul. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Waduk Pluit ditinjau dari parameter fisika, kimia dan biologi memiliki nilai kualitas air yang tidak layak untuk dilakukan kegiatan perikanan. Jakarta has a lot of swamps to overcome the problem of flooding. One of them is Waduk Pluit. However, the reservoir is only used as development BU3YPAi. Tugas Joko untuk menjaga salah satu Rumah Pompa Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, bukanlah perkara kecil. Warga Jakarta bergantung kepada dia dan belasan rekannya agar Ibu Kota terhindar dari banjir. Sudah 25 tahun Joko bertugas menjaga rumah pompa. Lima belas tahun ia habiskan di Rumah Pompa Muara Angke sebelum akhirnya menjadi operator sekaligus penanggung jawab di Rumah Pompa Waduk Pluit di sisi timur sejak 2005. Tugas Joko adalah menjaga agar mesin pompa bekerja dengan baik. Setiap hari, ia harus mengawasi agar ketinggian air di Waduk Pluit tetap pada level minus - 180 cm. "Yang kita jaga itu level airnya harus tetap segitu. Kalau misalnya air naik, kita terus pompa agar levelnya tetap segitu," ujar Joko, kepada di Rumah Pompa Waduk Pluit, di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu 11/2. Joko menjelaskan, dalam kondisi cuaca normal, tidak semua dari 10 pompa di Rumah Pompa Waduk Pluit bekerja seluruhnya. Hanya dua atau tiga pompa yang bekerja menyedot air dari Waduk Pluit dan membuangnya ke laut utara Jakarta. Setiap pompa akan dimaksimalkan bila ketinggian air Waduk Pluit naik. Jumlah pompa yang bekerja disesuaikan dengan banyaknya air yang masuk ke waduk. "Karena waduk harus dalam keadaan kosong terus. Setiap hari makanya kita pompa. Sebelum ketemu level -180 level aman, kita pompa terus 24 jam, rutin. Kalau airnya naik, kita hidupkan lagi satu pompa. Masih naik, kita hidupkan lagi. Yang penting kita jaga supaya tetap ada di level minus 180 itu," ujar Joko. Tiap pompa yang ada di Rumah Pompa Waduk Pluit memiliki kapasitas yang berbeda dalam menyedot air. Rumah pompa di sisi barat memiliki tiga mesin pompa yang masing-masing berkapasitas menyedot 6 meter kubik air per detik. Rumah pompa di sisi tengah memiliki empat mesin pompa dengan kapasitas sedot masing-masing 4,3 meter kubik per detik. Sementara itu, sisi timur memiliki tiga pompa berkapasitas sedot masing-masing 5 meter kubik per detik. Joko mengatakan, air yang masuk ke Waduk Pluit berasal dari 10 sungai. "Ada 10 kali yang masuk ke sini. Cuma saya lupa nama-nama kalinya," ujar Joko. PROMOTED CONTENT Video Pilihan Skip to content Paket WisataRental MobilSewa Bus PariwisataSewa MotorKontakTravel Blog Waduk Pluit Selain sebagai kota metropolitan, Jakarta juga menjadi tujuan untuk berlibur. Ada banyak tempat wisata di Jakarta yang menarik untuk dikunjungi. Tidak semua tempat wisata di Jakarta itu mahal, bahkan banyak yang gratis seperti Waduk Pluit. Ya, ini adalah waduk atau kawasan konservasi air yang kemudian menjelma menjadi tempat wisata untuk keluarga. Destinasi wisata yang satu ini selalu ramai setiap pagi dan sore hari, apalagi saat weekends. Di sini, semua anggota keluarga dapat merasakan kesegaran udara di sekitar waduk dan tentu saja menikmati pemandangannya yang indah. Mau tahu lebih banyak tentang pesona waduk ini? simak ulasannya di bawah ini Sekilas Tentang Waduk Pluit Waduk Pluit Jakarta sebelumnya adalah rawa-rawa namun mulai berubah saat keputusan proyek waduk muncul pada tahun 1960. Meski butuh waktu yang panjang, waduk ini selesai pada tahun 1981 dan langsung berfungsi. Namun kendala tidak hanya terjadi di prosesnya, saat sudah jadi banyak warga yang bermukim di sekitar waduk. Padahal hal tersebut berpengaruh buruk pada fungsi waduk yang seharusnya menjadi area konservasi air. Upaya sterilisasi ini terus maju mundur hingga pada akhirnya di era Gubernur Jokowi warga mau dipindahkan. Setelah warga berhasil dipindahkan, upaya pengembalian fungsi waduk kembali dilakukan. Ada banyak area yang diuruk untuk mengatasi pendangkalan selain itu terjadi juga perluasan. Sehingga total luasnya sekarang mencapai 80 hektar, lengkap dengan fasilitas taman di tepi waduk seluas 10 hektar. Renovasi waduk ini selelsai pada tahun 2013, kemudian Gubernur Jokowi meresmikan waduk ini dan sekaligus membukanya untuk umum. Sejak saat itu, area sekitar waduk terutama bagian taman selalu jadi destinasi warga berakhir pekan. Daya Tarik Waduk Pluit? Waduk yang berada di Jakarta Utara ini menawarkan berbagai daya tarik untuk pengunjung. Berikut ini beberapa daya tarik serta hal menarik yang bisa Anda dapatkan saat berkunjung ke waduk satu ini. Pemandangan yang Instagramable Waduk Pluit Jakarta menawarkan pemandangan yang instagramable dengan view hijau pepohonan di tengah latar gedung-gedung tinggi. Wisatawan bisa bersantai di dekat waduk sambil menikmati keindahannya. Area tamannya pun tertata rapi seperti di Taman Situ Lembang Menteng. View terbaik dari taman ini bisa Anda dapatkan saat pagi hari ketika matahari belum terlalu panas dan tinggi. Keindahan pemandangannya layak juga untuk menjadi spot wedding atau pernikahan. Tentu, harus ada izin terlebih dahulu pada pihak terkait. Bagaimanapun, keindahan pemandangannya sangat cocok menjadi latar pesta pernikahan. Cocok untuk Berolahraga Setiap pagi dan sore hari, terutama di akhir pekan akan ada banyak warga Jakarta dan sekitarnya yang datang ke kawasan waduk ini. Mereka kesini untuk menghirup udara segar di sekitar waduk sembari berolahraga. Berbagai aktivitas olahraga pun bisa Anda lakukan mulai dari berjalan kaki, jogging hingga bersepeda. Selain itu ada pula sarana gym sederhana yang berguna untuk Anda yang ingin melatih otot di tubuh. Dengan udara sejuk dan pemandangan yang cantik, membuat pengunjung betah berolahraga di sini. Apalagi setelah penat selama hari kerja bermacet-macetan dan Anda butuh relaksasi sambil menyegarkan diri dengan berolahraga. Bermain dan Piknik di Taman Jika Anda berkunjung coba sekalian bawa tikar atau alas untuk bersantai dan piknik di Taman Waduk Pluit. Kawasan taman ini sangat asri, hijau, segar dan tentu saja indah jadi cocok sebagai tempat bersantai. Rerumputan hijau dan pepohonan turut menambah keasrian waduk, suasana piknik Anda bersama keluarga pun semakin menyenangkan. Anda juga bisa membawa atau mencicipi sejumlah makanan khas Betawi yang ada di sini. Rasanya benar-benar nikmat bisa menyantap makanan lezat di pagi hari sambil melihat ke arah waduk. Selain suasananya yang menenangkan, aktivitas ini juga murah jadi cocok untuk liburan santai akhir pekan. Hunting Foto Buat wisatawan yang tidak mau ketinggalan update Instastory, waduk ini juga menyediakan berbagai spot instagramable. Setiap sudut taman bisa menjadi latar foto yang kece selama Anda berkunjung. Untuk mendapatkan foto yang apik di sini ada cara yang bisa Anda coba. Carilah inspirasi di Instagram dengan hashtag nama Waduk Pluit dan Anda bisa mengambil angle yang sama untuk mendapatkan foto yang ciamik. Wisata Kuliner Jangan salah sangka, meski hanya berupa waduk dan taman, bukan berarti tidak ada wisata kuliner Jakarta di sini. Ada beberapa warung penjual makanan dan minuman yang menyajikan camilan dan jajanan khas Jakarta. Biasanya ada banyak pedagang asongan atau warung kecil di sekitar kawasan waduk. Namun jika Anda ingin menikmati kuliner yang lebih proper seperti di resto atau rumah makan bisa mencari di luar kawasan waduk. Apa Saja Fasilitas di Waduk Pluit? Fasilitas yang ada di Waduk Pluit juga sangat lengkap. Ada area taman yang sangat luas, jalan lebar untuk berolahraga dan ada juga beberapa wahana atau alat olahraga gratis. Beberapa bangku yang tersedia juga turut melengkapi keramahan fasilitas waduk untuk pelanggan. Anda bisa duduk di bangku sambil melihat ke arah waduk. Pastikan untuk tidak merusak fasilitas yang ada. Untuk fasilitas umum seperti mushola dan toilet pun ada. Jadi Anda tidak perlu pusing jika kebelet saat berkunjung ke tempat ini. Sayangnya tempat ini belum ada warung atau toko yang menjual oleh-oleh layaknya wisata di dekat Kota Tua lainnya. Berapa Harga Tiket Masuk Waduk Pluit? Tiket masuk Waduk Pluit itu gratis untuk semua orang. Pengunjung hanya perlu membayar parkir saja. Itulah kenapa banyak warga Jakarta yang memilih bersantai di waduk ini karena memang murah dan lokasinya juga strategis. Retribusi Tarif Tiket Masuk Gratis Dimana Lokasi Waduk Pluit? Lokasi Waduk Pluit ini terletak di Jl. Pluit Timur Raya Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Letaknya pun sangat strategis karena dekat dengan jalur Tol Dalam Kota dan juga kawasan PIK. Sehingga Anda pun tidak akan mengalami masalah untuk datang ke sini baik dengan kendaraan pribadi maupun sewa. Rutenya pun bisa Anda temukan dengan mudah menggunakan bantuan aplikasi online. Bisa juga dengan memanfaatkan layanan rental hiace Jakarta murah yang siap langsung mengantar. Selain itu Anda juga bisa mengunjungi destinasi wisata menarik lainnya bersama keluarga sambil bersantai. Kapan Jam Buka Waduk Pluit? Waduk Pluit buka setiap hari selama 24 jam, sehingga Anda bisa datang jam berapa pun yang Anda mau. Namun biasanya, waktu terbaik untuk datang adalah saat pagi atau sore hari karena cuaca tidak terlalu panas. Jika Anda berencana menghabiskan waktu libur di Waduk Pluit dan ingin mengunjungi beberapa tempat wisata lainnya, pastikan menggunakan paket tour wisata yang tepat. Salah stunya seperti Salsa Wisata yang siap melayani kemana pun tujuan Anda. Related PostsBagikan Artikel Ini Ke Page load link Ide itu mulai terbesit saat orang nomer 1 di Indonesia, Jokowi masih menjabat menjadi Gubernur Jakarta di antara sekitar tahun 2013 untuk merapikan waduk Pluit. Foto Agung Pambudhy Keadaan Waduk Pluit sebelumnya hanya memiliki kedalaman satu meter, serta dipenuhi sampah dan juga eceng gondok. Foto Agung Pambudhy Tak hanya itu, ribuan kepala keluarga KK juga menghuni kawasan yang kini telah menjadi taman. Foto Agung Pambudhy Untuk mengurangi pendangkalan, pengerukan waduk pun dilakukan agar mengembalikan fungsi utamanya sebagai resapan dan menampung air hujan atau banjir di Ibu Kota. Foto Agung Pambudhy Waduk Pluit itu pun berubah imagenya menjadi suatu tempat yang menarik di utara Jakarta. Selain Letaknya di ujung kota, Waduk itu juga dilengkapi dengan taman yang cukup indah untuk dinikmati. File/dok. detikcom Sedikitnya ada sekitar KK sebelumnya menempati sepanjang bantaran Waduk Pluit. Dan itu pun digusur dan dirapihkan. Foto Rachman Haryanto Warga dengan sukarela membongkar sendiri rumahnya dan mengangkut barang-barang mereka untuk pindah ke rusun yang telah di sediakan. Foto ini diambil dalam kurun waktu 2015. Foto Rachman Haryanto Selanjutnya, proses pengerukan kembali dilakukan untuk memperdalam area resapan dan debit tampung air jika hujan turun dengan lebat. Pengerukan waduk itu juga dilakukan pada era kepemimpinan Gubernur Ahok. Foto Rachman Haryanto Berikut ini adalah foto Lanskap Waduk Pluit, Jakarta Utara, yang diambil pada Selasa 13/12/2016. Sementara foto dibawahnya yakni Pemandangan kawasan waduk tahun 2011 silam. Foto Ari Saputra Kalau ini adalah foto pintu air di salah satu pojok Waduk Pluit yang dahulu terlihat kumuh karena banyak bangunan semi permanen berdiri disana. Foto bawah menggambarkan suasana pintu air yang sudah rapi usai dilakukan revitalisasi pada akhir tahun 2016. Foto Ari Saputra Taman waduk Pluit ini juga dilengkapi dengan lapangan olah raga dan gym. Ada juga plaza atau panggung hiburan yang tempat duduknya dibuat melingkar. Foto Ray Jordan Beginilah penampakkan dan gambar udara perubahan Waduk Pluit usia direvitalisasi dan dikembalikan fungsi utamanya. Foto Dok. Twitter Sutopo_BNPB Saat itu, Jokowi yang telah menjadi Presiden RI pun menyempatkan diri untuk menikmati taman waduk Pluit saat perayaan HUT RI dengan berlomba bersama dengan jajaran menteri kabinetnya. Foto ANTARA Taman Waduk Pluit itu juga dilengkapi dengan beragam sarana permainan anak-anak. Foto Grandyos Zafna Tak sedikit muda-mudi yang sengaja mampir dan bermain untuk menikmati sore bersama kekasihnya. Foto Pradita Utama Proses pengerukan untuk mengurangi pendangkalan juga terus dilakukan guna memaksimalkan fungsi dan peran waduk pada umumnya sebagai area resapan dan penampungan air. Foto Rifkianto Nugroho Kalau saja Taman Waduk Pluit dirawat dengan baik, warga Ibu Kota tentu bisa memiliki kebanggaan tersendiri dan bisa menikmati suasana taman dan waduk yang tak kalah dengan negara lain. Foto Rifkianto Nugroho Sayangnya, kondisi Taman Waduk Pluit semakin hari semakin tak terawat. Entah dimana salahnya? Foto ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Taman yang seharusnya bisa menjadi kebanggan warga Ibu Kota yang bersatu dengan waduk, kini hanya tinggal kenangan. Foto Rifkianto Nugroho Muda-mudi menikmati sore hari dengan berfoto bersama sang kekasih di salah satu sudut Taman tersebut. Indah bukan? Foto Rifkianto Nugroho Beginilah potret gambaran kondisi Taman Waduk Pluit di masa sekarang era Gubernur Anies Baswedan. Foto Pradita Utama Terlebih saat masa PSBB diberlakukan dengan ketat di Jakarta. Taman ini kosong seperti tak terawat. Bahkan beberapa fasilitas pun tak terawat dan sudah tampak rusak. Foto Pradita Utama Sampah juga terlihat menumpuk di salah satu sudut Taman Waduk Pluit. Akankah Taman Waduk kebanggan Jokowi yang sempat dipuji asing menjadi Taman Waduk terbesar se-Asia Tenggara itu kembali ke asalnya? Foto Pradita Utama Sejumlah ekskavator tengah mengeruk sampah dan lumpur di dasar Waduk Pluit, Jakarta, Sabtu 9/5/2015. Lebih dari sepuluh alat berat dikerahkan untuk mengangkat ribuan kubik sampah dan lumpur untuk menormalkan fungsi waduk sebagai wilayah tangkapan air sekaligus pengendali banjir. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB Sejumlah ekskavator tengah mengeruk sampah dan lumpur di dasar Waduk Pluit, Jakarta, Sabtu 9/5/2015. Lebih dari sepuluh alat berat dikerahkan untuk mengangkat ribuan kubik sampah dan lumpur untuk menormalkan fungsi waduk sebagai wilayah tangkapan air sekaligus pengendali banjir. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB Sejumlah ekskavator tengah mengeruk sampah dan lumpur di dasar Waduk Pluit, Jakarta, Sabtu 9/5/2015. Lebih dari sepuluh alat berat dikerahkan untuk mengangkat ribuan kubik sampah dan lumpur untuk menormalkan fungsi waduk sebagai wilayah tangkapan air sekaligus pengendali banjir. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB Sejumlah ekskavator tengah mengeruk sampah dan lumpur di dasar Waduk Pluit, Jakarta, Sabtu 9/5/2015. Lebih dari sepuluh alat berat dikerahkan untuk mengangkat ribuan kubik sampah dan lumpur untuk menormalkan fungsi waduk sebagai wilayah tangkapan air sekaligus pengendali banjir. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB Sejumlah ekskavator tengah mengeruk sampah dan lumpur di dasar Waduk Pluit, Jakarta, Sabtu 9/5/2015. Lebih dari sepuluh alat berat dikerahkan untuk mengangkat ribuan kubik sampah dan lumpur untuk menormalkan fungsi waduk sebagai wilayah tangkapan air sekaligus pengendali banjir. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB Sejumlah ekskavator tengah mengeruk sampah dan lumpur di dasar Waduk Pluit, Jakarta, Sabtu 9/5/2015. Lebih dari sepuluh alat berat dikerahkan untuk mengangkat ribuan kubik sampah dan lumpur untuk menormalkan fungsi waduk sebagai wilayah tangkapan air sekaligus pengendali banjir. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB Potret pemukiman dengan tumpukan sampah dan saluran limbah rumah tangga yang dialirkan ke Waduk Pluit. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparanLantaran sudah tak laik melaut, Fluitschip Het Witte Paert disandarkan di timur muara Kali Angke. Kehadiran kapal layar berlunas ramping itu membantu skuat pertahanan Vereenigde Oostindische Compagnie VOC di Benteng Vijhoek -benteng kecil luar Batavia, menghadapi serangan pasukan bersenjata Kesultanan Banten. Kubu pertahanan di area kapal lantas dikenal dengan sebutan De Fluit. Hingga kini, orang mengenal kawasan di utara Jakarta itu sebagai 'Pluit'. Kisah di baliknya, Pluit pernah menjadi salah satu benteng pertahanan VOC di luar wilayah Batavia sekitar abad ke-16. Waduk Pluit Foto Nadia Riso/kumparanPluit kala itu adalah rawa. Banjir besar yang melanda Jakarta sekitar tahun 1960-an membuat pemerintah berencana menjadikan 100 hektare kawasan Pluit menjadi polder kubangan buatan untuk dikeruk membangun tanggul laut, waduk, pompa, saluran, jalan-jalan masuk, jembatan, hingga sejumlah galian agar air hujan bisa ditampung. Sementara 450 hektare lainnya dipakai untuk rumah penduduk. Pembangunan yang memakan biaya sekitar 38 juta gulden itu memakai dana pinjaman dari Belanda. Pembersihan waduk Pluit tahun 2017. Foto Aditia Noviansyah/kumparanPembersihan waduk Pluit tahun 2017. Foto Aditia Noviansyah/kumparanPembersihan waduk Pluit tahun 2017. Foto Aditia Noviansyah/kumparanNamun, sekitar tahun 1980-1990-an, Waduk Pluit mengalami pendangkalan. Lebih dari 20 hektare pinggiran waduk beralih fungsi menjadi perumahan. Warga berebut tanah di pinggir waduk yang seharusnya menjadi milik negara. Tahun 2013, Pemprov DKI di bawah pimpinan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menertibkan perumahan yang merangsek ke waduk. Ruang terbuka hijau RTH atau taman kota dibangun di sekelilingnya. Disediakan Jalan inspeksi yang menghubungkan sisi Pluit Utara, mulai Jalan Raya Pluit samping Polsek Penjaringan hingga Kedung Panjang, Jakarta ribu warga yang tinggal di area waduk lalu direlokasi. Hal ini dilakukan sebagai penataan waduk Waduk Pluit tahun 2013.. Foto AFP/ADEK BERRYPembersihan waduk Pluit tahun 2017. Foto Aditia Noviansyah/kumparanDalam momen itu, para warga di bantaran waduk dipindahkan ke rumah susun yang agak jauh dari pinggir Waduk Waduk Pluit kembali membutuhkan perhatian. Pantauan kumparan, Jumat 26/4 lalu, tumpukan tanaman eceng gondok yang berpotensi menjadi hama itu tumbuh dan menutupi bagian pintu air waduk. Akibatnya, sedimen sulit lagi sampah limbah masyarakat yang kian menambah beban petugas UPK Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Dalam sehari, hasil pengerukan bisa mencapai sepuluh pemukiman dengan tumpukan sampah dan saluran limbah rumah tangga yang dialirkan ke Waduk Pluit. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparanPetugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, membersihkan permukaan Waduk Pluit dari enceng gondok bercampur sampah. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparanApalagi, kondisi Waduk Pluit saat ini kembali mengalami pendangkalan. Lumpur mengendap cukup tebal, aroma tidak sedap tercium hingga ke area taman rekreasi yang mengitarinya. Sampah-sampah menumpuk di sudut-sudut waduk. Jika dilihat dari lokasi penumpukannya, diprediksi sampah-sampah tersebut adalah buangan dari saluran-saluran limbah rumah tangga yang bermuara ke waduk di sekitar pintu air Waduk Pluit. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparanSalah-seorang warga yang masih tinggal di pinggiran Waduk Pluit, Maman 39, mengatakan, Waduk Pluit jadi bau dan kotor karena aktivitas pengerukan yang dilakukan petugas kebersihan di dalam waduk.“Kalau enggak digaruk dikeruk oleh petugas kebersihan, air ini enggak bau. Coba saja pas lebaran ke sini, pas ada dua mingguan nggak digaruk, airnya jernih itu, saya berani minum. Kalau sekarang nggak berani, hitam begitu,” ungkap Maman. Petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Iyus, membersihkan permukaan Waduk Pluit dari enceng gondok bercampur sampah. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparanPetugas UPK Dinas Air Kebersihan DKI Jakarta sedang membersihkan Waduk Pluit. Foto Nugroho Sejati/kumparanSementara terkait sampah yang banyak menumpuk di dalam waduk, Maman menyebut itu seluruhnya bukan karena ulah warga yang tinggal di bantaran waduk. “Memang masih ada yang belum sadar, ada yang diam-diam buang sampah ke waduk. Tapi sebenarnya sampah itu hanyut dari kali-kali dan got-got yang mengarah ke sini,” sisi lain, petugas kebersihan UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Iyus 35, menampik logika yang dipakai Maman. Ia bahkan mengatakan bahwa salah-satu rintangan untuk mewujudkan Waduk Pluit yang bersih adalah kurangnya kesadaran warga sekitar di pintu air, titik pertemuan air buangan rumah tangga dengan air Waduk Pluit. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparanSampah di beberapa bagian tepi Waduk Pluit. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparan“Ya, namanya kita membersihkan. Itu 'kan sampah mereka kita bersihkan. Lihat tuh, sampah mereka semua ini. Kalau enggak ada sampah, limbah rumah-rumah itu, ini bersih, dong, airnya,” tutur Iyus saat ditemui di sela-sela kesibukannya mengangkut timbunan eceng gondok bercampur sampah dari Waduk setiap hari ia dan timnya membersihkan permukaan waduk dari sampah dan tanaman eceng gondok yang tumbuh begitu liar. “Kalau lagi diawasi, ya, mereka enggak buang sampah kan. Tapi coba saja pas kita sudah pergi, malam-malam, numpuk lagi sampah,” imbuh pengerukan tumpukan Eceng Gondok di Waduk Pluit. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparanAktifitas pengerukan tumpukan Eceng Gondok di Waduk Pluit. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparan“Kalau di kali-kali yang mengalir ke waduk ini, memang ada yang membandel. Tetapi kita jaga itu di kali-kali, kita awasi terus agar orang enggak sembarangan. Jadi enggak kali aja, yang parah itu limbah pembuangan rumah-rumah di sini,” imbuhnya kemudian berbicara soal pendangkalan waduk. Menurutnya, hal itu disebabkan kombinasi antara sampah dengan tanah pinggiran waduk yang strukturnya mudah pemukiman dengan tumpukan sampah dan saluran limbah rumah tangga yang dialirkan ke Waduk Pluit. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparanWaduk Pluit dipenuhi tanaman Eceng Gondok. Foto Nugroho Sejati/kumparanLalu karena tanah terus longsor -yang kemudian bercampur dengan sampah, waduk menjadi kian dangkal. Ketika waduk sudah begitu dangkal, eceng gondok tumbuh liar tak terkendali sehingga menutupi permukaan waduk.“Eceng gondok ini setiap hari tumbuh terus, beranak-pinak. Sore kita bersihkan, besok pagi ramai lagi,” tuturnya.“Tanah pinggir-pinggir itu kalau hujan, ya, longsor, jadi pendangkalan, ya, di sana eceng gondok jadi ramai, kan,” sambungnya UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Iyus, membersihkan permukaan Waduk Pluit dari enceng gondok bercampur sampah. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparanIyus tak menampik pendangkalan waduk menghambat kerja pembersihan yang ia lakukan bersama para petugas UPK Badan Air DKI Jakarta. Pasalnya, jika sudah begitu dangkal, alat berat tidak bisa lagi bekerja. Imbasnya, tak ada penanganan yang bisa tahun berlalu, namun belum semua warga bantaran waduk dapat menempati rumah susun. Mereka yang belum mendapat jatah di rumah saat ini menetap di bantaran waduk, yang dulu direncanakan akan digunakan sebagai jalan.“Dulu katanya pinggiran ini area permukiman akan dijadiin jalan. Enggak tahu sekarang bagaimana ya, Pak Anies Gubernur DKI Anies Baswedan gimana programnya. Setiap orang kan beda-beda prioritasnya ya,” tutup pejalan kaki sedang melintasi Taman Kota Waduk Pluit. Foto Nugroho Sejati/kumparanBerbeda dengan kondisi waduk, Taman Kota yang membentang di sekitar Waduk Pluit terlihat bersih dan terawat baik. Beberapa pengunjung tampak tengah bersantai di sela-sela pepohonan yang rindang atau di bangku-bangku di Taman Kota Waduk Pluit. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparanTaman Waduk Pluit yang rindang dan berhawa sejuk. Foto Andesta Herli Wijaya/kumparanBagi warga Jakarta yang hendak bersantai akhir pekan sembari menikmati hawa sejuk dan pemandangan rindang, taman Taman Kota Waduk Pluit bisa dijadikan saja, jika berkunjung ke sini, pengunjung mungkin sedikit terganggu dengan aroma kurang sedap yang menyeruak dari Waduk sistem kanal pengendalian banjir Jakarta dari masa ke masa. Restu Gunawan. 2010. Penerbit KompasBATAVIA 1740 – Menyisir Jejak Betawi. Windoro Adi. 2010. Penerbit

manfaat pengembalian fungsi waduk pluit di jakarta adalah