Rhesus: Pengertian - Fungsi - Pembagian - Cara Mengecek - Dalam penggolongan sistem ABO, darah terbagi menjadi empat golongan, yaitu A, B, O, dan ABO. Sedang dalam penggolongan sistem rhesus, darah dibedakan menjadi rhesus negatif dan positif.
Sertasistem golongan darah rhesus merupakan terbesar kedua setelah sistem ABO, yang ditentukan berdasarkan keberadaan antigen D. Karena pentingnya mengetahui golongan darah dan rhesus sehingga perlu adanya pemeriksaan golongan darah dan rhesus siswa kelas X di SMA Negeri 11 Bengkulu Utara.
Gol.Darah ABO • VDRL • Gol.Darah Rhesus • Urin Rutin • HBsAg (Kualitatif) • Tes Kehamilan Kualitatif • Golongan darah resus • Golongan darah ABO • Gama-GT • Rekam jantung • Rontgen Thorax SYARAT PEMBUATAN DAN PERPANJANGAN NIDN/NIDK RP 479.000 • Surat sehat jasmani
Hasilpemeriksaan golongan darah ABO menunjukkan bahwa golongan darah terbanyak adalah golongan darah O sebanyak 8 orang (38%) dan yang palaing sedikit adalah golongan darah AB dengan persentasi 0 %. Berdasarkan golongan darah rhesus, semua peserta PKM merupakan rhesus positif dengan persentasi 100%.
Deskripsi Darah manusia dapat digolongkan menjadi ABO serta Rh(+) dan (-), berdasarkan ada tidaknya antigen A & B serta Rh pada permukaan sel darah merah.Fungsi utama pemeriksaan kedua golongan darah tersebut adalah untuk mencegah terjadinya inkompabilitas golongan darah pada saat transfusi yang dapat berakibat fatal.
Inkompatibilitasdapat dibedakan menjadi dua yaitu inkompatibilitas ABO dan inkompatibilitas Rhesus. Inkompatibilitas ABO adalah kondisi medis dimana golongan darah antara ibu dan bayi berbeda sewaktu masa kehamilan. Terdapat 4 jenis golongan darah, yaitu A, B, AB dan O. Golongan darah ditentukan melalui
TesGolongan Darah - 18 images - bagaimana cara cek golongan darah, materi tentang golongan darah, m y mine sistem peredaran darah, biologi sistem peredaran darah,
yUxYs. Image PRINSIP PEMERIKSAANANTIGEN + ANTIBODI → AGLUTINASI / HOMOGEN / SENSITASI B. TEKNIK REVERSE & FORWARD GROUPING Cell grouping / typing = > memeriksa antigen sel darah merah dengan cara menambahkan anti - A, anti - Bdan anti - D Serum grouping / typing = > memeriksa antibodi dalam serum / plasma dengan cara mereaksikannya dengan sel golongan A, B, dan O. Auto Kontrol = > memeriksa antibodi dalam serum dengan cara mereaksikannya dengan sel darah merahnya sendiriC. METODE PEMERIKSAAN - Metode pemeriksaan slide test. D. PROSEDUR Pemeriksaan golongan darah abo dan rhesus metode slide test 1. Tujuan Untuk menetapkan ada / tidaknya antigen pada sel darah merah cell grouping .2. Alat dan Bahan Sampel Darah Larutan NaCl 0,85% Batang pengaduk / toothpick Antisera-A, Antisera-B, Antisera D, Bovine Albumin 6% Test Sel suspensi 10% untuk golongan darah ABO dan Test Sel suspensi 40% untuk golongan darah rhesus Slide test3. Cara kerja Biarkan reagensia pada suhu kamar sebelum digunakan dan simpan kembali pada suhu 20-8°C setelah digunakan. Siapkan contoh darah dengan antikoagulan yang akan perawatan contoh darah yang akan diperiksa mulai dari pemisahan plasma dari sel darah merah sel darah merah, pencucian hingga pembuatan suspensi sel 10% dan 40%Siapkan lembar kerja pemeriksaan golongan darah ABO dan RhesusSiapkan slide test yang bersih dan kering, beri indentitas pada bagian atas tiap tiap kotak berturut - turut Anti - A, anti - B, anti - DIsi masing - masing Kotak dengan Kotak 1 2 tetes anti-A + 1 tetes sel 10% Kotak 2 2 tetes anti-B + 1 tetes sel 10% Kotak 3 2 tetes anti-D + 1 tetes sel 40%. Kotak 4 2 tetes Bovine albumin 6% + 1 tetes sel 40%Aduk rata dan melebar dengan batang pengaduk Digoyang membentuk angka 8, baca reaksi4. Pembacaan hasil Aglutinasi ada antigen pada sel darah merahNegatif aglutinasi / Homogen tidak ada antigen pada sel darah merahGambar Aglutinasi Interpretasi Hasil Sumber Nurhayati B, Noviar G, Kartabrata E dkk. 201. Penuntun Praktikum Imunohematologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Bandung. Bandung Analis Kesehatan.
Deskripsi Pemeriksaan Golongan Darah & Tipe Rhesus Mengapa Periksa? Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan golongan darah ABO dan Rhesus Anda. Pemeriksaan ini penting ketika Anda membutuhkan transfusi darah atau komponen darah lainnya; ketika Anda melakukan donor darah ataupun organ, jaringan, atau sumsum tulang untuk transplantasi; sebelum atau selama kehamilan wanita untuk menentukan risiko ketidakcocokan Rhesus Rh dengan janin. Kapan Periksa? Sebagai proses skrining pranikah, ketika melakukan transfusi dan donor darah, jaringan organ, atau sumsum tulang. Parameter Pemeriksaan • Golongan Darah ABO • Golongan Darah Rhesus Persiapan untuk Pemeriksaan Tidak Puasa Lokasi Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia
HomeHematologiPemeriksaan Golongan Darah A,B,dan O Dan faktor Rhesus Seri Edukasi Teknologi Laboratorium Medik Rhesus, factor Rh atau Rhesus pertama kali ditemukan pada tahun 1940 oleh Landsteiner dan Weiner. Dinamakan Rhesus karena dalam riset digunakan darah kera Rhesus Macca mulatta, salah satu spesies kera yang paling banyak di jumpai di India dan Cina. Golongan Darah adalah ciri khusus darah seseorang individu. Terdapat 2 jenis penggolongan darah yang paling yaitu ABO dan Rhesus factor Rh. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang ada dalam darah, seperti yang ada di dalam kotak berikut ini. Gol. Darah Aglutinogen antigen Aglutinin Antibodi A A Β B B a AB AB - O - a β Prosedur kerja Metode Forward Grouping Tujuan Untuk menentukan golongan darah seseorang Untuk konfirmasi ulang pemeriksaan golongan darah pendonor sebelum ditrasfusikan kepada pasien Prinsip Reaksi haemaglutinasi antara Aglutinogen pada permukaan eritrosit sampel dengan aglutinin dalam antisera yang sama/homolog. Prosedur Kerja Slide Siapkan alat dan bahan. Lakukan 1 tetes darah di kotak pada kartu golongan darah. Tambahkan antisera sesuai dengan yang tertulis di kartu golongan darah sebanyak 1 tetes. Dihomogenkan , kemudian dogoyang dengan cara melingkar dan diamati terjadinya aglutinasi. Interpretasi Hasil • Golongan darah A Erythrosit mengandung aglutinogen A dan serum mengandung aglutinin anti B. • Golongan darah B Erythrosit mengandung aglutinogen B dan serum mengandung aglutinin anti A. • Golongan darah O Erythrosit tidak mengandung aglutinogen dan serum mengandung aglutinin anti A dan aglutinin. anti B • Golongan darah AB Erythrosit mengandung aglutinogen A dan aglutinin B sedangkan pada serum tidak mengandung aglutinin apapun. Anti-A Anti-B Anti-AB Anti-D Rhesus Penulisan Hasil + - + + A + A/ Rhesus + - + + + B + B/ Rhesus + + + + + AB + AB/ Rhesus + - - - - O - O/ Rhesus - + - + - A - A/ Rhesus - Baca juga Golongan Darah dan Rhesus Seri Edukasi Laboratorium Medis Karakteristik Antigen ; Antigen Golongan Darah Seri Edukasi ATLM Uji Pencocokan Silang darah - Seri Pemeriksaan Laboratorium Klinik PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya. Sumber Diktat Imunoserologi. 2014. Pemeriksaan Golongan Darah. Hal; 1 – 2. Jakarta MH Thamrin Tes Darah Lengkap. 2017. Pemeriksaan Golongan Darah. [Online]. Tersedia ; 14 Maret 2017. Kontributor artikel Oleh Nafa Ardila KLIK DONASI VIA DANA Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi sebesar Rp. ini akan digunakan untuk memperpanjang domain Donasi klik Love atau dapat secara langsung via Dana melalui 085862486502. Terima kasih.
Cek golongan darah adalah pemeriksaan untuk mengetahui tipe golongan darah seseorang, termasuk rhesusnya. Penentuan golongan darah dilakukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi spesifik yang berada di dalam sel darah. Antigen merupakan molekul protein yang terdapat di permukaan sel darah merah, sedangkan antibodi adalah protein yang ditemukan pada plasma darah. Secara umum, ada dua teknik yang digunakan untuk mengelompokkan golongan darah, yaitu menggunakan sistem ABO dan rhesus. Golongan darah berdasarkan sistem ABO terbagi menjadi empat jenis, yaitu Golongan darah A, yang memiliki antigen A dan antibodi B Golongan darah B, yang memiliki antigen B dan antibodi A Golongan darah AB, yang memiliki antigen A dan B tetapi tidak memiliki antibodi A maupun B Golongan darah O, yang memiliki antibodi A atau B tetapi tidak memiliki antigen A maupun B Sementara itu, sistem rhesus Rh membagi darah menjadi dua golongan, yaitu Rh+ positif untuk darah yang memiliki antigen rhesus Rh- negatif untuk darah yang tidak memiliki antigen rhesus Meski idealnya transfusi darah dilakukan sesuai golongan darah pasien, dokter dapat memberikan darah O rhesus negatif pada kondisi gawat darurat atau apabila tidak ada persediaan golongan darah yang sesuai. Tujuan dan Indikasi Cek Golongan Darah Cek golongan darah dapat dilakukan pada beberapa kondisi berikut Sebelum mendonorkan darah atau menerima transfusi darah, untuk mencegah komplikasi berupa penghancuran sel darah hemolisis Sebelum operasi, agar transfusi darah bisa segera diberikan bila terjadi perdarahan Sebelum mendonorkan atau menerima organ donor pada prosedur transplantasi Perencanaan kehamilan atau saat wanita pertama kali hamil, untuk mencegah inkompatibilitas rhesus pada bayi yang dilahirkan Peringatan dan Larangan Cek Golongan Darah Secara umum, tidak ada larangan yang membuat seseorang tidak dapat menjalani cek golongan darah. Namun, pada orang yang takut jarum, mintalah kepada keluarga atau teman untuk menemani selama pengambilan sampel darah. Sebelum Cek Golongan Darah Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan dan pasien tidak perlu berpuasa sebelum cek golongan darah. Pasien dapat menjalani tes ini di laboratorium, klinik, atau rumah sakit terdekat. Prosedur Cek Golongan Darah Cek golongan darah dilakukan dengan mengambil sampel darah terlebih dahulu. Dokter atau petugas laboratorium akan mengikatkan tali elastis pada lengan pasien agar pembuluh darah lebih jelas terlihat. Selanjutnya, dokter akan membersihkan area kulit yang akan ditusuk jarum dengan kapas beralkohol. Setelah itu, dokter akan menusukkan jarum suntik ke pembuluh darah untuk mengambil sampel darah. Pada proses ini, pasien mungkin akan merasakan nyeri. Setelah sampel darah diambil, jarum suntik akan ditarik secara perlahan dan area suntikan ditutup menggunakan kapas dan plester untuk menghentikan darah yang keluar. Selain dari pembuluh darah vena di lengan, sampel darah juga bisa diambil melalui ujung jari tangan. Terdapat dua tahap yang akan dilakukan oleh dokter atau petugas laboratorium dalam prosedur cek golongan darah, yaitu Pencampuran darah dengan antibodi Pada tahap ini, darah pasien akan dicampur dengan antibodi A atau B. Sebagai contoh, apabila pasien memiliki golongan darah A dan diberikan antibodi A, darahnya akan hancur. Sama halnya jika pasien memiliki golongan darah AB, ketika diberi antibodi A maupun B darahnya juga akan hancur. Back typing Pada tahap ini, serum atau plasma darah pasien yang berisi antibodi akan dicampur dengan darah orang lain yang memiliki antigen A atau B. Jika pasien bergolongan darah B dalam plasma darah terdapat antibodi A, ketika darahnya akan hancur bila dicampur dengan darah golongan A memiliki antigen A. Begitu pula jika pasien memiliki golongan darah O dalam plasma terdapat antibodi A dan B, darahnya akan hancur bila dicampur dengan darah golongan A atau B. Pemeriksaan rhesus dilakukan dengan metode yang sama dengan sistem golongan ABO di tahap pertama. Darah akan dicampur dengan antibodi Rh anti-Rh. Jika pasien memiliki golongan darah Rh+, darah akan hancur ketika diberikan anti-Rh. Setelah Cek Golongan Darah Hasil pemeriksaan golongan darah umumnya dapat diterima dalam hitungan menit. Setelah itu, pasien dapat mendonorkan darahnya atau menerima transfusi darah yang sesuai dengan golongan darahnya. Pasien juga akan menerima kartu yang berisi tipe golongan darahnya agar disimpan dan dapat digunakan kembali bila diperlukan. Efek Samping dan Komplikasi Cek Golongan Darah Meski jarang terjadi, pasien dapat mengalami beberapa efek samping di bawah ini setelah cek golongan darah Pusing Pingsan Nyeri pada area yang disuntik Perdarahan ringan Perdarahan di bawah kulit hematoma Segera temui dokter jika efek samping di atas tidak mereda atau justru memburuk. Dengan begitu, dokter bisa segera memberikan penanganan.
GOLONGAN DARAH Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut. Sistem penggolongan darah besar yang dikenal adalah sistem ABO golongan darah A, B, AB, dan O serta sistem penggolongan darah Rhesus Rh+ dan Rh-. Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Dalam proses transfusi darah harus benar-benar memperhatikan golongan darah karena ketidakcocokkan golongan darah si penerima dengan si pendonor dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian bagi si penerima. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. RHESUS Rhesus adalah sistem penggolongan darah berdasarkan ada atau tidaknya antigen D di permukaan sel darah merah, nama lainnya adalah faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh- Rhesus Negatif. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+ Rhesus Positif. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO dengan menambahkan “+” bagi pemilik faktor rhesus atau “-“ bagi yang tidak memiliki faktor rhesus dalam darahnya, sehingga kita mengenal golongan darah A+ atau A-, B+ atau B-, AB+ atau AB-, dan O+ atau O-. Delapan puluh lima persen penduduk dunia memiliki faktor rhesus Rh+ dalam darahnya, sementara 15% nya tidak memiliki faktor rhesus Rh- dalam darahnya. PEMERIKSAAN SEDERHANA GOLONGAN DARAH DAN RHESUS Persiapan Persiapan penderita tidak memerlukan persiapan khusus Persiapan sample Larutan sel darah merah yang akan diperiksa dari darah utuh Prinsip Reaksi antigen‑antibodi berupa penggumpalan aglutinasi Alat dan bahan Serum yang terdiri atas serum anti-A biasanya berwarna biru atau hijau, serum anti‑B biasanya berwarna kuning, serum anti‑AB biasanya berwarna merah muda/tak berwarna serum anti-D Rhesus biasanya tidak berwarma/bening Pemeriksaan Cara Slide Pada sebuah kaca obyek slide teteskan 1 tetes serum anti A disebelah kiri, 1 tetes tetes serum anti B ditengah, dan 1 tetes serum anti AB disebelah kanan. Pada kaca obyek yang lain teteskan 1 tetes serum anti-D anti Rhesus disebelah kiri dan 1 tetes serum yang akan diperiksa sebagai kontrol disebelah kanan. Pada masing‑masing serum teteskan 2 tetes darah yang akan diperiksa, campurkan dengan cara menggoyangkan kedepan dan kebelakang, sambil diamati adanya gumpalan aglutinasi berupa titik-titik halus seperti pasir yang akan terjadi. Pengamatan dilakukan dalam waktu 2 menit setelah percampuran serum dan darah yang akan diperiksa Kesalahan dapat terjadi dalam pembacaan secara kasat mata karena gumpalan yang terjadi bisa sangat halus dan tidak terlihat, pastikan secara mikroskopik Aglutinasi terjadi pada Penilaian anti‑A anti‑B anti‑AB anti‑D golongan darah Rh + - + + A Positif - + + + B Positif + + + - AB Negatif - - - - 0 Negatif Sumber kesalahan Masing‑masing serum tidak boleh tercemar oleh serum yang lain. Suspensi eritrosit juga tidak boleh tercemar oleh panel sel. Kalau hasil pengamatan aglutinasi meragukan, maka dapat diamati dibawah mikroskop. Published by dr. Natalina
pemeriksaan golongan darah abo dan rhesus