ContohFormat Gugatan dan Permohonan. Diposting pada 20 April 2018. No. Contoh Format. Aksi. 1. Format Cerai Gugat. Klik Disini. 2. Format Cerai Talak. Klik Disini. 3. Format Dispensasi Nikah Anak Laki-Laki. Klik Disini. 4. Format Dispensasi Nikah Anak Perempuan. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat; Pengadilan Negeri Jakarta Timur; Contohgugatan di pengadilan ptun Spesialisasi dan pengalaman yang sangat banyak dan tidak diragukan lagi dalam hal bidang hukum keluarga seperti : Source: daftarhargahp-baru.blogspot.com. Contoh gugatan di pengadilan negeri. Contoh surat gugatan (gugatan harta bersama) surat gugatan harta bersama. Source: surat5.blogspot.com Urusanperceraian dalam agama dan hukum harus membuat surat gugatan cerai yang juga ditujukan kepada pengadilan. Dengan menyertakan surat gugatan cerai maka pengadilan akan memutuskan agar sah di mata hukum. Contoh surat gugatan cerai ini sangat penting untuk karena ada poin-poin penting di dalamnya. Cara membuat surat penyataan cerai: Nama Sebelummemasukkan gugatan ke pengadilan dapat membuat Surat Perjanjian Perceraian. 0 1 10 172. Barangkali jika kebetulan teman-teman memiliki pasangan seorang yang berasal dari negara berbahasa inggris dan tinggal di negara tersebut maka bolehlah simak contoh surat pernyataan cerai berikut ini. TjRCM. Perselisihan dan percekcokan di dalam rumah tangga adalah suatu hal yang biasa terjadi dan menjadi bumbu agar hubungan suami istri menjadi lebih harmonis;Namun jika perselisihan dan percekcokan tidak dapat diselesaikan dengan baik, maka akan menjadi malapetaka bagi kedua; Surat Gugatan Cerai Di Pengadilan Negeri bagi yang belum mempunyai anak Berbagai macam permasalahan yang menyebabkan percekcokan mulai dari masalah ekonomi, perselingkungan hingga permasalahan keturunan; Di berbagai kasus kebanyaakan perkara gugatan perceraian diajukan oleh salah satu pasangan yang usia pernikahannya masih terhitung baru; Hal tersebut disebabkan oleh belum terbiasanya salah satu pasangan menerima kekurangan pasangannya; Tak jarang, percerain terjadi tidak hanya kepada pasangan yang memiliki keturunan bahkan juga terjadi kepada pasangan yang belum memiliki anak; Untuk mengajukan surat gugatan perceraian bagi pasangan yang belum memiliki anak sama halnya dengan pendaftaran gugatan perceraian bagi pasangan yang telah memiliki anak; Baca Juga Contoh Surat Gugatan Cerai Di Pengadilan Negeri Surat gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri dimana Tergugat berdomisili; Lalu Penggugat harus mempersiapkan beberapa persyaratan yang telah ditentukan oleh Pengadilan Negeri sebagai syarat untuk mengajukan gugatan; Syarat-Syarat mengajukan Gugatan perceraian di Pengadilan Negeri Apapun persyaratan yang harus dipenuhi yaitu bukti surat yang telah difotokopi dan ditempeli materai serta dicap pos yaitu Surat Gugatan Fotokopi KTP Penggugat dan Tergugat Fotokopi Kartu Keluarga Fotokopi Kutipan Akta Perkawinan Selain persyaratan diatas, Penggugat juga harus menyiapkan mininal 2 dua orang saksi yang memang betul- betul mengetahui perihal perceraian tersebut; Baca Juga Tata Cara Pendaftaran Gugatan Perkara Perdata di Pengadilan Negeri Namun sebelum itu terlebih dahulu Penggugat harus membuat Surat Gugatan Cerai yang ditujukan ke Ketua Pengadilan Negeri setempat; Cara Membuat Surat Gugatan Perceraian di Pengadilan Negeri Di dalam Surat Gugatan Cerai di Pengadilan Negeri terdapat beberapa bagian surat yaitu 1. Tanggal Surat Tanggal Surat berisi mengenai tempat, tanggal bulan dan tahun dibuatnya Surat Gugatan; 2. Tujuan Surat Tujuan Surat Gugatan ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri setempat; 3. Perihal Surat Perihal surat berisi mengenai tentang apa yang menjadi tujuan dari Gugatan tersebut; 4. Identitas Para Pihak Identitas Para Pihak yaitu identitas Penggugat dan Tergugat yang berisi mengenai tentang Nama, Tempat, tanggal lahir, agama, pekerjaan serta alamat Para Pihak; 5. Posita Posita berisikan tentang dasar-dasar atau alasan-alasan Penggugat untuk mengajukan gugatan cerai seperti kapan Penggugat menikah dengan Tergugat, alasan dari percekcokan dan sebagainya; Baca Juga Putusan Verstek Dalam Perkara Gugatan 6. Petitum Petitum merupakan hal yang ingin dimohonkan oleh Penggugat agar Gugatannya dikabulkan oleh Hakim sesuai dengan gugatannya; 7. Tanda Tangan Penggugat Sebagai penutup surat gugatan harus tempeli materai dan ditandatangani oleh Pemohon; Contoh Surat Gugatan Cerai Di Pengadilan Negeri bagi yang belum mempunyai anak _______, ________20__. Kepada Yth, Ketua Pengadilan Negeri _____________________ di – ________________ Perihal Gugatan Perceraian. Dengan Hormat, Saya yang bertanda tangan di bawah ini _____________________ Tempat / tanggal lahir, _________, __ __________, jenis kelamin Laki-laki, kebangsaan Indonesia, agama _________, pekerjaan_______________, tempat tinggal di _______________________________________, selanjutnya sebagai PENGGUGAT; Dengan ini mengajukan Gugatan Perceraian terhadap ______________________ Tempat/tanggal lahir ___________, __ ____________, jenis kelamin Perempuan, Kebangaan Indonesia, pekerjaan ____________, bertempat tinggal di ______________________________________, selanjutnya disebut TERGUGAT; Adapun duduk perkaranya adalah sebagai berikut Bahwa Penggugat ___________ dengan Tergugat, __________ tanggal ________________ telah melangsungkan perkawinan secara sah di Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten _______ di _________sebagaimana tercatat dalam Akta perkawinan Nomor ______________; Bahwa dari Perkawinan antara Penggugat dengan Tergugat tersebut belum dikaruniai anak ; Bahwa oleh karena Penggugat dengan Tergugat setelah sebagai suami isteri belum memiliki Rumah Tempat tinggal sendiri, maka tinggal dirumah orang tua Penggugat; Bahwa ______________________sebutkan alasan percekcokan; Bahwa berdasarkan seluruh uraian tersebut di atas, cukuplah sudah Penggugat mengajukan gugatan perceraian terhadap Tergugat karena telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam undang undang tahun 1974 pasal 39 ayat 2 yaitu untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan bahwa suami isteri itu tidak akan hidup rukun kembali sebagai suami isteri, dan Peraturan Pemerintah tahun 1975 pasal 19 huruf F yaitu antara Suami isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun kembali dalam rumah tangga ; Bahwa berdasarkan ketentuan pasal 35 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Jo. Peraturan Presiden RI Nomor 25 Tahun 2008 pasal 75 ayat 1 dan ayat 4 tentang Persyaratan dan Tata cara Pendaftraran Penduduk dan Pencatatan Sipil, maka mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri ____________c/q Majelis Hakim yang mengadili dan menyidangkan perkara ini untuk memerintahkan Panitera Pengadilan Negeri atau Pejabat Pengadilan Negeri _____________yang ditunjuk untuk mengirimkan satu helai salinan putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, tanpa bermaterai kepada Pegawai Pencatat ditempat perceraian berlangsung dan dimana Perkawinan itu terjadi; Berdasarkan hal -hal tersebut di atas Penggugat mohon kepada Pengadilan Negeri __________ berkenan memeriksa gugatan ini dengan memanggil Penggugat dan Tergugat dipersidangan yang ditentukan, selanjutnya setelah memeriksa bukti -bukti dan saksi saksi yang Penggugat ajukan berkenan pula memberikan putusan yang amarnya sebagai berikut Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya Menyatakan bahwa perkawinan antara Penggugat __________dengan Tergugat, _____________ yang dilangsungkan di __________, tanggal ___________, sebagaimana tercatat dalam Akta Perkawinan Nomor _____________ putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya; Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Negeri _____________ untuk segera setelah putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap mengirimkan 1 satu Eksemplar salinan putusan ini kepada Pegawai Kantor Catatan Sipil Kabupaten ______ di ___________, agar Pegawai Kantor Catatan Sipil tersebut mencatat tentang perceraian dimaksud dalam Buku Register yang diperuntukkan untuk itu bagi Warganegara Indonesia dalam tahun yang sedang berjalan dan sekaligus dapat menerbitkan Akte Perceraian dimaksud; Membebankan biaya perkara ini kepada Tergugat ; Demikianlah atas terkabulnya gugatan Penggugat ini diucapkan terima kasih; Hormat Penggugat, Materai _____________ Demikian semoga bermanfaat; x FORMAT SURAT GUGATAN CERAI Diketik ulang rangkap 7 Tidak boleh ada . . . . . . . Depok, ........................................ Hal Gugatan Cerai Kepada Yth. Ketua Pengadilan Agama Kelas IB Depok Assalamu'alaikum wr. wb. Kami yang bertanda tangan di bawah ini Nama ...................................................................................................... Umur ...................................................................................................... Pekerjaan ...................................................................................................... Tempat kediaman di ...................................................................................................... ...................................................................................................... ...................................................................................................... Selanjutnya si sebut sebagai Penggugat Dengan hormat, Penggugat mengajukan permohonan cerai talak berlawanan dengan Nama ...................................................................................................... Umur ...................................................................................................... Agama ...................................................................................................... Pekerjaan ...................................................................................................... Tempat kediaman di ...................................................................................................... ...................................................................................................... Selanjutnya sebagai Tergugat; Adapun alasan/dalil - dalil permohonan Penggugat sebagai berikut 1. Bahwa Penggugat dengan Tergugat adalah suami istri yang melangsungkan pernikahan pada tanggal ......................................, dan dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan .................................. sesuai Kutipan Akta Nikah Nomor ............................................ tanggal .................................................... 2. Bahwa, sesaat setelah akad nikah Tergugat mengucapkan sighat taklik talak talak bersyarat terhadap Penggugat yang bunyinya sebagaimana tercantum di dalam Buku Kutipan Akta Nikah tersebut ; 3. Bahwa setelah pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat bertempat tinggal di ………………………………………………… kemudian pindah di ………………………………………………………………….. selama ….tahun … bulan dan selama pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat telah rukun baik sebagaimana layaknya suami istri dan telah di karena ....... anak masing masing bernama a ............................................................... lahir tanggal ...................................................... b ............................................................... lahir tanggal ...................................................... c ............................................................... lahir tanggal ...................................................... d ............................................................... lahir tanggal ...................................................... Ke .... anak tersebut dalam asuhan ................................................................................ 4. Bahwa pada mulanya rumah tangga Penggugat dan Tergugat dalam keadaan rukun namun sejak bulan .................... tahun .................. ketentraman rumah tangga Penggugat dengan Tergugat mulai goyah, yaitu antara Penggugat dengan Tergugat sering terjadi perselisihan dan pertengkaran yang penyebabnya antara lain Lihat contoh alasan dibawah pilih salah satu 5. Bahwa Perselisihan dan pertengkaran itu berkelanjutan terus-menerus sehingga akhirnya sejak tanggal ……… bulan …………. Tahun ………….. hingga sekarang selama kurang lebih ……….. tahun ……… bulan, Penggugat dan Tergugat telah berpisah tempat tinggal/berpisah ranjang karena Penggugat/Tergugat* telah pergi meninggalkan tempat kediaman bersama, yang mana dalam pisah rumah tersebut saat ini Penggugat bertempat tinggal di …………………………………. dan Tergugat bertempat tinggal di ………………………………….. dan selama itu sudah tidak ada hubungan lagi; 6. Bahwa adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus tersebut mengakibatkan rumah tangga Penggugat dan Tergugat tidak ada kebahagiaan lahir dan batin dan tidak ada harapan untuk kembali membina rumah tangga; 7. Bahwa pihak keluarga sudah berusaha mendamaikan Penggugat dan Tergugat namun tidak berhasil. 8. Bahwa atas dasar uraian diatas gugatan Penggugat telah memenuhi alasan perceraian sebagaimana diatur dalam Undang- Undang tahun 1974 Jo. Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1975 pasal 19 Jo. Kompilasi Hukum Islam pasal 116 9. Bahwa Penggugat sanggup membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara ini. Berdasarkan alasan/dalil-dalil diatas, Penggugat mohon agar Ketua Pengadilan Agama Kelas IB Depok segera memeriksa dan mengadili perkara ini, selanjutnya menjatuhkan putusan yang amarnya sebagai berikut PRIMAIR PRIMAIR 1. Mengabulkan gugatan Penggugat; 2. Menceraikan perkawinan Penggugat ……………………………. dengan ……………………………………………; 3. Membebankan biaya perkara menurut Hukum; SUBSIDAIR Atau menjatuhkan putusan lain yang seadil-adilnya; Demikian atas terkabulnya gugatan ini, Penggugat menyampaikan terima kasih. Wassalamu'alaikum wr. wb. Hormat Penggugat, …………………………………………. Tergugat Jika anak dimintakan hak asuh maka tambahkan ini pada angka 8 selanjutnya mengikuti nomor kelanjutannya 9. Bahwa anak-anak Penggugat dan Tergugat selama ini tinggal bersama Penggugat/Tergugat*, karena itu untuk kepentingan anak-anak itu sendiri dan rasa kasih sayang Penggugat terhadap mereka, maka Penggugat mohon agar anak-anak tersebut ditetapkan dalam pengasuhan dan pemeliharaan Penggugat. Contoh contoh alasan pilih salah satu yang mudah untuk di buktikan  Tergugat tidak dapat memberi nafkah secara layak kepada Penggugat karena Tergugat tidak mau / malas / jarang bekerja dan bekerja hanya untuk dirinya sendiri tanpa memperhatikan Penggugat dan rumah tangga bersama dan ia tidak mempunyai penghasilan tetap dan hanya dapat memberikan penghasilan setiap harinya / minggunya / bulannya sebesar Rp. .... ,- sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga bersama karena bagi Penggugat minimal kebutuhan setiap hari / minggu / bulan sebesar Rp. ..... ,- ;  Tergugat tidak pernah memberi nafkah wajib kepada Penggugat karena Tergugat tidak mau bekerja sehingga ia sama sekali tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga bersama dan untuk memenuhinya terpaksa Penggugat bekerja sendiri dan juga masih ditanggung sepenuhnya oleh orangtua Penggugat;  Tergugat bermain cinta dengan perempuan lain bernama ..., yakni ia telah hidup kumpul serumah dengan perempuan tersebut di .. / antara ia dengan perempuan tersebut saling berkirim surat cinta / antara ia dengan perempuan tersebut saling berjalan bersama;  Tergugat sering meninggalkan rumah kediaman bersama tanpa tujuan dan/atau tanpa alasan yang sah dan pulangnya sering larut malam bahkan sampai pagi atau .... hari, ternyata ia pulang kerumah orangtuanya karena tidak betah tinggal di rumah kediaman bersama / ia bermain judi kartu dengan teman-temannya / apabila ditanya darimana saja ia selama itu, ia hanya menjawab dari main ke rumah teman / bahwa itu bukan urusan Penggugat;  Tergugat tidak betah tinggal di rumah orangtua Penggugat dengan alasan jauh dari tempat kerjanya / tanpa alasan yang jelas dan sah sedangkan Penggugat juga tidak betah tinggal di rumah orangtua Tergugat karena Penggugat harus merawat dan mengurus orangtua Penggugat dan pula rumah Tergugat sepi dari segala hal yang menyangkut kebutuhan rumah tangganya;  Tergugat sering minum-minuman keras bahkan sampai sering mabuk dan hal tersebut jelas terlihat sewaktu ia pulang entah darimana, dimana jalannya sempoyongan dan dari mulutnya menyengat bau alkhohol;  Tergugat sering cemburu buta, yakni ia menuduh Penggugat ada hubungan dengan laki-laki lain tanpa bukti dan/atau alasan yang sah;  Tergugat sering berhutang kepada orang lain tanpa bermusyawarah dan/atau tanpa sepengetahuan Penggugat, yang penggunaan uangnya tidak untuk kepentingan rumah tangga bersama dan bahkan Penggugatlah yang kemudian membayar hutang-hutang  Tergugat tersebut karena Tergugat menyuruh orang-orang yang memberi hutang kepada Tergugat itu untuk menagihnya kepada Penggugat;  Tergugat sama sekali tidak mau memperhatikan Penggugat beserta anaknya, yakni ia lebih mementingkan diri sendiri daripada kepentingan Penggugat dan anaknya seperti dalam hal membeli pakaian, membeli alat-alat kecantikan sebagaimana layaknya isteri atau juga membeli perabot rumah tangga yang memang termasuk dalam kebutuhan primer;  Tergugat melakukan tindak pidana pembunuhan/pencurian/perampokan/pemerkosaan lebih kurang bulan ...... tahun ..... berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri ......, Tergugat dihukum pernjara selama .... tahun / saat ini dalam proses pihak berwajib, sehingga Tergugat selama menjalani hukuman, tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami, dan atas tindakan Tergugat tersebut menimbulkan aib pada keluarga yang akan berdampak psikologis kepada Penggugat atau anak penggugat. Selama Tergugat menjalani hukuman Penggugat bekerja keras sendiri memenuhi kebutuhan rumah tangganya sehingga Penggugat merasa keberatan dan tertekan atas keadaan tersebut;  Tergugat pada bulan....... tahun ....... melakukan penganiayaan yang berat kepada Penggugat, yakni menempeleng Penggugat sampai pingsan/memar, melakukan penganiayaan dengan senjata tajam, memukul Penggugat dengan benda-benda keras sehingga Penggugat mengalami cidera berat dan harus dirawat dirumah sakit hingga beberapa hari. Karena kejadian tersebut, Penggugat merasakan trauma yang hebat, dan selalu ketakutan apabila bertemu dengan Tergugat, oleh karena keselamatan jiwa Peggugat yang terancam, maka Penggugat tidak sanggup lagi melanjutkan rumah tangga dengan Tergugat, dengan demikian perlakuan Tergugat tersebut telah melanggar janji ta'lik talak yang diucapkan sesudah akad nikah, untuk itu Penggugat merasa keberatan tidak rela dan bersedia membayar iwadl pengganti;  Tergugat sejak bulan ...... tahun ..... mengalami kecelakaan/menderita lumpuh akibat strok/impoten lemah syahwat yang sampai sekarang berlangsung ....tahun .....bulan, meskipun Tergugat telah berobat baik secara medis maupun non medis Tergugat belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, sehingga selama itu Tergugat tidak mampu menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami/ tidak dapat member nafkah lahir maupun bathin kepada Penggugat sehingga Penggugat mengalami penderitaan yang cukup berat oleh karena itu Peggugat tidak sanggup melanjutkan rumah tangga dengan Tergugat FORMAT SURAT GUGATAN CERAI DAN PERMOHONAN PRODEO Kepada Yth. Ketua Pengadilan Agama ..................... Di tempat Assalamualaikum wr. wb. Yang bertanda tangan di bawah ini, Nama ..................................................binti/bin.......................................................... Umur ................... tahun Agama Islam Pendidikan ..................................... Pekerjaan ..................................... Tempat tinggal ............................................................................RT/RW.......................................... Desa/Kelurahan..........................................Kecamatan................................... Kabupaten................................................; selanjutnya disebut Penggugat, mengajukan gugatan cerai terhadap suami penggugat, Nama ..............................................binti/bin............................................... Umur .......................................... tahun Agama Islam Pendidikan ................................................ Pekerjaan ................................................ Tempat tinggal ............................................................................RT/RW.......................................... Desa/Kelurahan..........................................Kecamatan................................... Kabupaten................................................; Selanjutnya disebut Tergugat. TENTANG PERMASALAHANNYA 1. Bahwa Penggugat telah melangsungkan pernikahan dengan Tergugat pada tanggal ………………………… di hadapan pejabat PPN KUA Kecamatan ……………..…………… dengan Kutipan Akta Nikah/Duplikat* No. ………………………. tanggal …………………………. 2. Bahwa setelah menikah Penggugat dan Tergugat hidup rukun sebagaimana layaknya suami isteri dengan baik, telah/belum* berhubungan badan dan keduanya bertempat tinggal bersama semula di ………………………………………….. dan terakhir di ……………………………….. selama ………………………….. bulan/tahun. 3. Bahwa dari pernikahan tersebut telah dikaruniai anak …………………. orang yang masing-masing bernama a ………………………………....………, lahir tanggal ………………………….……. b …………………………………..…….., lahir tanggal ………………….……………. c ……………………………………….…., lahir tanggal ……………….………………. 4. Bahwa kehidupan rumah tangga Penggugat dan Tergugat mulai goyah dan terjadi perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus yang sulit diatasi sejak tanggal …………….. bulan ……………. Tahun …….…. sampai dengan ……………….…………… 5. Bahwa perselisihan dan pertengkaran antara Penggugat dan Tergugat semakin tajam dan memuncak terjadi pada tanggal ………….. bulan …………. tahun …………… 6. Bahwa sebab-sebab terjadinya perselisihan dan pertengkaran tersebut karena Lihat alasan alasan pilih salah satu 7. Bahwa akibat dari perselisihan dan pertengkaran tersebut, akhirnya sejak tanggal ……… bulan…………. tahun………….. hingga sekarang selama kurang lebih ………..tahun ……… bulan, Penggugat dan Tergugat telah berpisah tempat tinggal/berpisah ranjang karena Penggugat/Tergugat* telah pergi meninggalkan tempat kediaman bersama, yang mana dalam pisah rumah tersebut saat ini Penggugat bertempat tinggal di …………………………………. dan Tergugat bertempat tinggal di ………………………………….. 8. Bahwa sejak berpisah Penggugat dan Tergugat selama …………… tahun …………… Bulan, maka hak dan kewajiban suami istri tidak terlaksana sebagaimana mestinya karena sejak itu Tergugat tidak lagi melaksanakan kewajibannya sebagai suami terhadap Penggugat. 9. Bahwa Penggugat telah berupaya mengatasi masalah tersebut dengan jalan/cara bermusyawarah atau berbicara dengan Tergugat secara baik-baik tetapi tidak berhasil. 10. Bahwa dengan sebab-sebab tersebut di atas, maka Penggugat merasa rumah tangga antara Penggugat dan Tergugat tidak bisa dipertahankan lagi, karena perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus yang berkepanjangan dan sulit diatasi dan tidak ada harapan untuk hidup rukun lagi, maka Penggugat berkesimpulan lebih baik bercerai dengan Tergugat. 11. Bahwa anak-anak Penggugat dan Tergugat selama ini tinggal bersama Penggugat/Tergugat*, karena itu untuk kepentingan anak-anak itu sendiri dan rasa kasih sayang Penggugat terhadap mereka, maka Penggugat mohon agar anak-anak tersebut ditetapkan dalam pengasuhan dan pemeliharaan Penggugat. 12. Bahwa pemohon adalah orang yang tidak mampu sesuai dengan Surat Keterangan Tidak Mampu nomor .................. yang dikeluarkan oleh Kelurahan/ Desa ...........................Kecamatan ........................ Kabupaten.............. Propinsi................. Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Penggugat mohon kepada Majelis hakim untuk menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi sebagai berikut Primer 1. Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya. 2. Mengijinkan Penggugat untuk berperkara secara Cuma-Cuma 3. Menjatuhkan talak satu ba’in sughra Tergugat, ………………….. bin ………………., terhadap Penggugat, …………………. binti ………………. 4. Menetapkan anak-anak Penggugat dan Tergugat yang masing-masing bernama ……………………….. lahir tanggal ……………………….. dan ……………………. lahir tanggal ………………………………. Berada dalam pengasuhan dan pemeliharaan Penggugat. 5. Menghukum Tergugat untuk menyerahkan pengasuhan dan pemeliharaan anak-anak tersebut kepada Penggugat. 6. Menetapkan biaya perkara dibebankan kepada negara Subsider Dan atau jika pengadilan berpendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya ex aequo et bono. Demikian gugatan ini diajukan, selanjutnya Penggugat mengucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Hormat Penggugat, ……………………….. Catatan Diketik ulang tidak boleh dengan . . . *pilih salah satu PETUNJUK PENGISIAN SURAT GUGATAN CERAI DAN PERMOHONAN PRODEO TENTANG DATA PENGGUGAT DAN TERGUGAT 1. Isilah Nama Lengkap anda Penggugat dan suami Tergugat termasuk gelar dan nama orang tua anda sesuai dengan dokumen terakhir. Contoh Ir. Nurlaila Binti H. Hasan Penggugat dan Amir Bin Sutomo Tergugat. Jika nama anda tertulis berbeda di dokumen, maka tuliskan nama tersebut dengan alias. Contoh Ir. Nurlaila Binti H. Hasan alias Ir. Nur Laela Binti H. Hasan 2. Isilah usia anda saat mengajukan gugatan cerai. 3. Isilah agama anda. 4. Isilah pendidikan terakhir anda. 5. Isilah nama pekerjaan anda saat ini. 6. Isilah alamat lengkap tempat tinggal anda sesuai dengan alamat anda tinggal saat ini lengkap dengan nomor rumah, RT, RW, desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten atau kota. 7. Apabila anda tidak mengetahui alamat suami saat ini, maka isilah alamat Suami dengan menggunakan alamat terakhir yang anda ketahui, lalu berikan keterangan bahwa anda tidak mengetahui di mana tempat tinggal suami saat ini alamat tidak diketahui baik di dalam ataupun di luar Indonesia. TENTANG PERMASALAHANNYA 1. Tulislah tanggal terjadinya akad nikah, KUA yang mencatatkan akad nikah, No. Kutipan Akta Nikah dan tanggal dikeluarkan Akta Nikah. 2. Tuliskan alamat tempat tinggal pertama saat menikah dan alamat tempat tinggal selanjutnya saat hidup bersama suami dan terakhir sebutkan berapa lama anda tinggal bersama dengan suami. 3. Apabila dalam pernikahan anda ada anak-anak, sebutkan jumlah anak, nama masing-masing anak dan tanggal lahir mereka sesuai dengan akta atau surat keterangan lahir. 4. Sebutkan awal terjadinya pertengkaran atau ketidakcocokan dengan suami. 5. Sebutkan kapan pertengkaran semakin memuncak. 6. Sebutkan alasan-alasan atau penyebab terjadinya pertengkaran antara anda dan suami. 7. Sebutkan kapan pertengkaran terakhir terjadi sehingga terjadi pisah ranjang atau pisah rumah dan sebutkan alamat tinggal setelah pisah ranjang atau rumah. 8. Sebutkan berapa lama perpisahan antara anda dan suami terjadi. 9. Tuliskan jika ada upaya perdamaian dengan suami. 10. Tuliskan bahwa akibat pertengkaran yang terus menerus tersebut sudah tidak ada lagi harapan untuk hidup rukun sebagai suami istri. 11. Tuliskan bahwa anda menginginkan anak-anak anda berada dalam pengasuhan anda, jika anda menuntutnya. 12. Tuliskan poin ini jika anda menginginkan beperkara secara prodeo Cuma-Cuma ISI TUNTUTAN PUTUSAN/PENETAPAN Lihatlah contoh isi tuntutan primer dan subsider lampiran 1 & 2 Poin no 2 dan 6 dituliskan jika anda menginginkan beperkara secara prodeo Cuma-Cuma. TANDA TANGAN Buatlah Gugatan rangkap 7 lima dan semuanya dibubuhi tanda tangan asli bukan fotokopi. Tuliskan juga nama jelas anda di bawah tanda tangan tersebut. FORMAT SURAT KUASA INSIDENTIL SURAT KUASA INSIDENTIL Yang bertanda tangan di bawah ini Nama …………………………………… diisi nama pihak/ orang yang memberi kuasa Kewarganegaraan Indonesia Pekerjaan ……………………………………. Alamat Jalan ……………………. Nomor ……… RT ……… RW ……… Desa/ Kelurahan …………… Kecamatan ……………. Kabupaten…………… Dengan ini memberi Kuasa Insidentil kepada Nama …………………………………… diisi nama pihak/ orang yang memberi kuasa Kewarganegaraan Indonesia Pekerjaan ……………………………………. Alamat Jalan ……………………. Nomor ……… RT ……… RW ……… Desa/ Kelurahan …………… Kecamatan ……………. Kabupaten…………… Khusus untuk hal-hal sebagai berikut 1. Mendampingi dan atau mewakili serta membela hak dan kepentingan hukum pemberi kuasa selaku Penggugat/ Pemohon di Pengadilan Agama …………...............……. atas perkara …………….........…, perkara mana telah terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama ……....………. Tanggal.…bulan…... Tahun..….., dengan Register Perkara Nomor…….. 2. Menerima, membuat dan menandatangani serta mengajukan surat-surat, saksi-saksi, permohonan-permohonan, memberikan keterangan, bantahan-bantahan, mengadakan perdamaian, dan dapat mengambil segala sikap atau tindakan-tindakan yang dianggap penting dan perlu, serta berguna sepanjang menyangkut hak dan kepentingan pemberi kuasa dalam perkara tersebut di atas; 3. Menghadap/ menghadiri persidangan-persidangan di Pengadilan Agama …………, dalam upaya membela dan memperjuangkan hak dan kepentingan hukum pemberi kuasa dalam perkara tersebut di atas; 4. Mengambil dan atau menerima surat-surat/ salinan-salinan/ akta-akta yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama ……….. setelah selesainya pemeriksaan perkara tersebut; Demikian Surat Kuasa Insidentil ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. …………….kota/ kabupaten, …….. 201.. Penerima Kuasa Pemberi Kuasa Materia Rp ……………………….. ttd ………………………. Salah satu perkara yang mendominasi Pengadilan Agama di Indonesia adalah masalah perceraian. Tak hanya faktor ekonomi, berbagai kondisi dan situasi dalam kehidupan rumah tangga dapat melatarbelakangi seorang istri maupun suami pada akhirnya melayangkan gugatan cerai. Namun, dalam pengajuan gugatan cerai, seorang penggugat, baik itu istri maupun suami, perlu memahami hal apa saja yang ada dalam surat gugatan cerai. Lalu, seperti apa contoh surat gugatan cerai? Simak penjelasannya berikut ini. 1. Apa itu gugatan cerai?Awal mula sebelum seorang pasangan suami istri bercerai, mereka perlu mengajukan surat gugatan cerai yang dilakukan secara tertulis atau lisan kepada Pengadilan Agama atau Mahkamah Syariah. Selain itu, surat gugatan dapat diubah selama tidak mengubah posisi posita dan petitum. Posita adalah dalil yang menjadi dasar sebuah gugatan. Posita atau fundamentum petendi berisi mengenai alasan-alasan atau uraian fakta yang melatarbelakangi dilayangkannya suatu tuntutan hukum. Sementara petitum berisi tuntutan apa saja yang dimintakan oleh penggugat kepada hakim untuk dikabulkan. Selain itu, gugatan tersebut diajukan kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah, yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman penggugat, berdasarkan pasal 73 ayat 1 UU no 7 tahun 1989 yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun Apa itu pernyataan cerai?Perceraian merupakan putusnya atau berakhirnya hubungan pernikahan pasangan suami dan istri, yang sesuai dengan apa yang diatur dalam undang-undang. Dalam mengajukan perceraian, terdapat langkah-langkah yang perlu dilakukan dan memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Mulai dari menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan, membuat surat gugatan, menyiapkan biaya cerai, perlu mengetahui tata cara dan proses persidangan, hingga menyiapkan saksi. Berdasarkan Badan Pembinaan Hukum Nasional, perceraian hanya akan sah apabila dilakukan dengan melalui proses persidangan di pengadilan. Selain itu, pernyataan cerai yang ditandatangani di atas materai dan disaksikan oleh Kepala Desa, belum bisa dipakai untuk menjadi syarat menikah lagi di Kantor Urusan Agama KUA. Ini tidak termasuk dalam prosedur perceraian yang dimaksud oleh Peraturan Perundang-Undangan. 3. Pengertian surat cerai4. Contoh surat gugatan cerai5. Contoh surat pernyataan cerai Contoh Surat GugatanBerikut adalah contoh Surat yang bisa digunakan untuk mengajukan Gugatan di Pengadilan Negeri yang termasuk adalah PerceraianPerbuatan Melawan HukumObjek Sengketa TanahWanprestasiHarta DOC CONTOH SURAT GUGATANContoh Surat PermohonanBerikut adalah contoh Surat yang bisa digunakan untuk mengajukan permohonan di Pengadilan Negeri yang termasuk adalah Pengangkatan AnakPermohonan Ganti NamaPerbaikan Kesalahan Dalam Akta KelahiranPermohonan Ijin NikahWali dan Ijin DOC CONTOH SURAT PERMOHONANKedua contoh surat di atas hanya sebagai acuan bagi pihak penggugat / pemohon dalam membuat Surat Gugatan / Permohonan yang sebenarnya. Silahkan melakukan perubahan pada bagian-bagian yang dirasa sesuai dengan tujuan PERMOHONAN / GUGATAN ada pertanyaan lebih lanjut, bisa menghubungi nomer telepon kami di 0361 811004, Whatsapp kami 0878-6060-3663, atau datang langsung ke PTSP Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Pengadilan Negeri Tabanan Kelas I B pada Hari & Jam Kerja.

format surat gugatan cerai pengadilan negeri